• 021-31-118-118
  • info@idaqu.ac.id
  • Cipondoh, Tangerang, Banten
Berita Terkini
PRODI IAT IDAQU KEMBALI MENGADAKAN WEBINAR MENGGANDENG 2 KAMPUS JAWA TENGAH

PRODI IAT IDAQU KEMBALI MENGADAKAN WEBINAR MENGGANDENG 2 KAMPUS JAWA TENGAH

Rabu, 05 Desember 2023. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir (IAT) Institut Daarul Qur`an Jakarta kembali mengadakan Webinar Nasional dengan menggandeng jurusan IAT lain berada di 2 kampus yang berada di Jawa Tengah yakni Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora dan Insitut Agama Islam Negeri Kudus. Kegiatan yang berlangsung secara daring (Online) zoom ini dihadiri 104 peserta dari ketiga kampus tersebut. Webinar dilaksanakan sejak pukul 10.00 hingga 12.30 WIB. Narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari 3 orang perwakilan dosen dari ketiga kampus yakni Agusman Armansyah, Lc., M.Soc.Sc (IDAQU Jakarta), Zaimul Asroor, S.Th.I, MA (IAI Khozinatul Asror Blora), dan Dr. M. Rikza Muqtada, M.Hum (IAIN Kudus). Ada pun moderator dalam acara ini adalah Muhammad Ismail, MA (IAI Khozinatul Ulum Blora). Acara ini mengangkat pembahasan yang bertajuk “Harmono Al-Qur`an Antara Teks dan Konteks”.

Salah satu narasumber dalam webinar ini yakni Agusman Armansyah. Dosen alumni Al-Azhar Mesir dan Cape Town University ini memaparkan materi pembahasan dengan menggunakan PPT yang berjudul Quranic Dynamic : Kontekstualisasi Antara Teks, Konteks dan Realitas. Pak Gusman, panggilan akrab dari Agusman Armansyah ini menjelaskan bahwa pendekatan kontekstualis dalam ranah kajian Al-Qur`an bukan merupakan hal baru. Kegiatan ini berlangsung sejak turunnya Al-Qur`an hingga munculnya beragam pemaknaan Al-Qur`an yang dilakukan oleh Penafsir. Pria asal Deli Serdang ini menjelaskan pula mengenai eksistensi wahyu yang turun kepada Nabi atau Rasul khususnya Nabi Muhammad Saw. Yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, ekonomi, politik juga kebudayaan masyarakat Arab Hijaz abad ke-7 M. Menurutnya jika melihat hal ini dapat dipahami dengan adanay kategori Meccan and Medina Suras atau Makkiyah dan Madaniyah. Pak Gusman juga mengutip pendapat cendekiawan Muslim Indonesia Nurcholish Madjid (1939-2005) bahwa surat yang termasuk dalam kategori Madinah cenderung untuk menguatkan pilar ajaran Islam yang bersifat pluralis, toleran dan kohesif.

Selain itu, pria yang juga murid dari Farid Esack ini menerangkan pula kontekstualisasi dan harmonisasi teks berdasarakan prinsip-prinsip universal (Al-Qimah Al-Kubro) atas proses prosedural teks dalam menerapkan aspek hukum atau legal-formal Al-Qur`an sebagaimana yang telah dilakukan oleh Fakhruddin Al-Razi (1149-1209) dan Al-Qurtubi (1214-1273). Kedua cendekiawan tersebut berusaha untuk memahami teks dengan melihat pada kondisi realitas masyarakat yang dihadapinya sehingga tidak semata-mata mengedepankan aspek tekstual.

Dengan keberadaan webinar ini, semoga dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh insan akademis untuk selalu belajar dan bertanggungjawab dalam mengemban amanah ilmiah. Wallahu A’lam Bissowab.

52 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *