• 021-31-118-118
  • info@idaqu.ac.id
  • Cipondoh, Tangerang, Banten
Berita Terkini
Dosen IAT Menjadi Pemateri Bedah Buku “Kun Bil Qur’ani Najman” : Seni Mengenal Al-Qur’an

Dosen IAT Menjadi Pemateri Bedah Buku “Kun Bil Qur’ani Najman” : Seni Mengenal Al-Qur’an

Perpustakaan Institut Daarul Qur’an Jakarta (Idaqu) menggelar bedah buku “Kun Bil Qur’ani Najman” karya Muhammad Saihul Basyir, Lc., Al-Hafidz, Jum’at (25/3). Acara digelar secara online via zoom meeting pada pukul 16.00. WIB. Dalam bedah buku kali ini turut menghadirkan langsung penulis yakni Muhammad Saihul Basyir, Lc. Al-Hafidz sebagai narasumber. Seorang hafidz muda ini pernah menjuarai perlombaan Tahfidz 30 Juz se-Asean Pasific.

Buku ini mengajak kita untuk lebih memahami hakikat Al-Qur’an yang sebenarnya, sehingga tidak hanya menghafalnya namun juga mengamalkannya dalam kehidupan. Buku ini juga dilengkapi dengan metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al-Qur’an serta kisah nyata para bintang Al-Qur’an.

Selain Saihul Basyir, Perpustakaan Idaqu juga mengundang KH. Mukhtar Fatawi, M.Pd.I. selaku Dai Nasional dan Qari Internasional. Buku “Kun Bil Qur’ani Najman” ini membahas tentang seni mengenal Al-Qur’an dengan cara memahami makna Al-Qur’an yang terkandung didalamnya.

Dosen Prodi IAT Fakultas Ushuluddin Idaqu, Muhammad Fadhila Azka, S.Th.I., M.Ag. mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan dari orang yang menghafalnya untuk menyelaminya dan memahaminya. Ada yang mengatakan mengenal Al-Quran itu seperti menyelami lautan. Semakin dalam semakin banyak hal menakjubkan yang ditemukan.

Sebagai pembanding KH. Mukhtar Fatawi, M.Pd.I. mengucapkan “ketika kita bicara Al-Qur’an, hafal Al-Quran sampai 30 Juz, maka harus memahami sedikit demi sedikit isinya dan berusaha melaksanakan ajarannya”.

“Kalau ingin menghafal Qur’an, tilawahnya harus bagus dulu, ada guru dan ada talaqqi. Niat maupun caranya harus bagus. Prinsip utama menghafal, memperhatikan tajwid karena tajwid yang utama. Ketika muraja’ah dia menikmati. Kita hafal Qur’an tetapi karakter kita tidak sesuai Al-Qur’an. Maka sebaiknya kita hafal Qur’an dan juga mempunyai karakter yang sesuai Al-Qur’an,” pesan sang Qari Internasional.

Sementara itu, Saihul Basyir menjelaskan bahwa mengenal Al-Qur’an itu jangan mudah cepat puas. “Ketika seseorang mengenal Al-Qur’an. Maka dia tidak punya pilihan lain selain semakin mengenal Al-Qur’an. Apa yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri dengan Al-Qur’an?” ucapnya.

“Judul buku Kun Bil Qur’ani Najman berasal dari statement syiar Daarul Qur’an yang Mulia. Maksudnya adalah jadilah antum orang yang dekat dengan Al-Qur’an, yang bersahabat serta mengorbankan hidup dan mati nya untuk Al-Qur’an,” terang Basyir.

289 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *