• 021-31-118-118
  • info@idaqu.ac.id
  • Cipondoh, Tangerang, Banten
Artikel
BERTASBIHLAH DENGAN MEMUJI-NYA

BERTASBIHLAH DENGAN MEMUJI-NYA

(Hubungan Antara Akhir Surat Al-Waqi’ah dan Awal Surat Al-Hadid)

Sebuah kitab suci yang terdiri dari 30 bagian/juz dimulai dari Surat Al-Fatihah diakhiri pada Surat An Nas menyimpan berbagai macam rahasia. Bukan saja keindahan bahasa dan sastra pada teksnya, namun maknanya yang selalu berubah dan berkembang. Mukjizat Nabi Saw. Ini bagaikan matahari maknawi yang tiada pernah padam. Begitulah salah satu pendapat Badiuzzaman Said Nursi, cendekiawan Muslim asal Turki.

Salah satu aspek penting dalam kajian studi Al-Qur`an adalah Munasabah. Cabang dari disiplin keilmuan Al-Qur`an ini mempelajari tentang hubungan juga korelasi baik antar ayat satu dengan ayat lain serta antar satu surat dengan surat lainnya. Tentu dengan mempelajari cabang ini, seseorang akan memahami keterkaitan antar ayat maupun surat hingga terbukalah rahasia keindahan Al-Qur`an. Berikut keterkaitan antara akhir surat dengan awal surat

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Surat Al-Waqi’ah ayat 96)

سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ 

Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Surat Al-Hadid ayat 1)

Kedua ayat tersebut memiliki titik temu berupa Tasbih. Akan tetapi, bagaimana korealsi antara akhir surat Al-Waqi’ah dan awal surat Al-Hadid? Menurut Imam Ibrahim ibn ‘Umar Al-Biqa`idalam karya monumentalnya, Nazm al-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa Al-Suwar bahwa kedua ayat tersebut saling terkait karena pada akhir surat Al-Waqi’ah terdapat redakis Fasabbih yang berarti Maka bertasbihlah. Maksud dari Tasbih dalam ayat ini berupa perintah terhadap manusia untuk selalu memuji, mengagungkan dan mensucikan Allah Swt. Dari segala hal yang dapat menyekutukan-Nya.

Penutup surat Al-Waqi’ah menegaskan bagi seluruh orang-orang yang mengimani Risalah Kenabian Muhammad Saw. Selain yakin akan kebernaran adanya hari kiamat, yang paling utama adalah bertasbih kepada Allah Swt. Yang Maha Agung. Pembuka Surat Al-Hadid menggunakan redaksi Sabbah yang merupakan kata kerja masa lampau (Fi’il Madhi). Penggunaan kata kerja masa lampau karena hal tersebut bersifat tetap kekal sepanjang masa. Ayat ini turut serta menjelaskan konsekuensi dari pernyataan keimanan seseorang kepada Allah Swt. Juga Rasul-Nya Saw. Yakni dengan mengingat, memuji juga meninggikan Asma Allah Swt. Di setiap waktu. Dengan melakukan hal tersebut, maka akan diberikan ganjaran oleh Allah Swt. Jika mengingkari eksistensi-Nya, maka kekufuran manusia akan dibalas pula oleh Allah Taala. (Al-Biqa`i, Nazm al-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa Al-Suwar, Juz 19, hal. 248-252)

Muhammad Tahir ibn ‘Asyur dalam Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir berpendapat bahwa korelasi antara surat Al-Waqi`ah dengan surat Al-Hadid terkait pula dengan aspek keimanan. Jika seseorang telah mencapai tingkat keyakinan kepada Allah yang tinggi, maka ayat terakhir dari surat Al-Waqi’ah terdapat perintah untuk Tasbih dengna nama Allah Yang Maha Agung. Surat berikutnya bahwa seluruh makhluk yang ada di alam raya bertabsih kepada-Nya. Tasbih memiliki makna berzikir atau mengingat Asma`-Nya Yang Maha Luhur juga bertafakur atas segala ciptaan-Nya. Tapi yang paling utama adalah mensucikan Allah Swt. Dari segala sesuatu yang dapat mengotori-Nya.

Ulama besar Tunisia tersebut menjelaskan pula mengenai tujuan adanya masing-masing Surat. Surat Al-Waqi’ah menjelaskan mengenai perkara yang wajib diimani oleh setiap Muslim yakni eksistensi hari kiamat. Surat selanjutnya juga menjelaskan keimanan kepada Allah Swt. Dan Rasulullah Saw. Dijelaskan pula mengenai fungsi ciptaan Allah Swt. Yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari seperti besi. Namun, yang paling pokok dari hubungan kedua surat ini adalah Keimanan beserta konsekuensinya bagi orang yang mempercayai Keesaan Allah (Ibn ‘Asyur, Al-Tahrir Wa Al-Tanwir, Juz 27, hal. 351-358)

Sebagai Muslim yang beriman kepada Allah Swt. Dan Nabi Muhammad Saw. Hendaknya kita gunakan dan curahkan seluruh hidup untuk bersyukur kepada Allah. Salah satu manifestasi syukur adalah Syukur dengan lisan yang selalu berzikir dan memuji kebesaran Ilahi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua. Wallahu A’lam Bisshowab.

Jaka Ghianovan, S.Th.I, M.Ag

16 April 2024

97 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *