
Tangerang, 23 Februari 2026– Suasana berbeda terasa di SMK Muhammadiyah 2 Tangerang pada Senin, 23 Februari 2026. Dalam rangka kegiatan Pesantren Ramadan Ceria, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Daarul Qur’an Jakarta (IDAQU Jakarta) menghadirkan salah satu dosennya yakni Jaka Ghianovan, S.Th.I, M.Ag (Sekprodi IAT IDAQU Jakarta) untuk berbagi inspirasi bersama para siswa. Tema bahasan dalam acara ini adalah “Ketika Al-Qur’an Menyapa Kita”, kegiatan ini tidak dikemas dalam bentuk ceramah satu arah, melainkan dialog hangat yang mengajak siswa terlibat langsung. Para peserta diajak merenungkan bagaimana Al-Qur’an tidak sekadar dibaca, tetapi juga dirasakan dan dihidupi dalam keseharian mereka sebagai pelajar.
Dalam sesi tersebut, pria yang disapa Cak Jaka menyampaikan,
“Saya ingin adik-adik merasakan bahwa Al-Qur’an itu bukan hanya untuk dibaca saat ada jadwalnya saja. Ada momen ketika kita sedang bingung, gelisah, atau merasa sendirian, justru di situlah Al-Qur’an sedang menyapa kita. Tinggal kita mau membuka hati atau tidak.”
Pendekatan dialogis yang digunakan membuat suasana terasa cair dan penuh interaksi. Beberapa siswa aktif menjawab pertanyaan, berbagi pandangan, dan menunjukkan antusiasme mereka terhadap tema yang diangkat. Sebagai bentuk apresiasi, siswa yang berpartisipasi mendapatkan hadiah serta kesempatan berfoto bersama, menciptakan momen kebersamaan yang hangat.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.
“Kami merasa bersyukur atas kehadiran IDAQU Jakarta. Materi yang disampaikan tidak hanya menyentuh sisi keilmuan, tetapi juga menyentuh hati siswa. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” ujar perwakilan sekolah.
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar agenda Ramadan. Ia menjadi ruang silaturahmi, ruang dialog, dan ruang penyemaian semangat mencintai Al-Qur’an bagi generasi muda.
Melalui momentum ini, Prodi IAT IDAQU Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kajian Al-Qur’an yang kontekstual, membumi, dan dekat dengan kehidupan generasi pelajar—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membangun sinergi pendidikan Islam yang inklusif dan berkemajuan.
